Cara Riset Keyword Gratis untuk Pemula
Mengapa Riset Keyword Itu Penting?
Banyak blogger pemula menulis artikel tanpa tahu apakah topik yang dipilih benar-benar dicari orang. Akibatnya, artikel bagus pun sulit ditemukan di Google karena tidak sesuai dengan apa yang dicari pengguna.
Di sinilah pentingnya riset keyword. Dengan mengetahui kata kunci yang banyak dicari, kamu bisa membuat konten yang relevan, menarik, dan berpotensi besar muncul di halaman pertama Google.
Jika kamu masih baru di dunia blogging, kamu bisa membaca panduan dasar Cara Memulai Blog Teknologi dan Menghasilkan Uang untuk memahami pondasi blog sebelum fokus ke strategi SEO.
Apa Itu Riset Keyword?
Riset keyword adalah proses mencari dan menganalisis kata atau frasa yang sering digunakan orang saat mereka mencari informasi di mesin pencari seperti Google. Tujuannya adalah menemukan peluang topik dengan volume pencarian tinggi tapi kompetisi rendah.
Dengan riset keyword yang tepat, kamu bisa mengetahui kebutuhan pembaca dan menyesuaikan konten agar lebih mudah ditemukan. Ini adalah langkah dasar yang wajib dilakukan sebelum menulis artikel apapun di blog.
Alat Gratis untuk Riset Keyword
Banyak yang mengira riset keyword harus pakai alat berbayar, padahal ada beberapa tools gratis yang sangat efektif untuk pemula. Berikut beberapa rekomendasinya:
1. Google Keyword Planner
Ini adalah alat gratis dari Google Ads yang bisa kamu gunakan untuk melihat volume pencarian dan tingkat persaingan suatu kata kunci. Cukup login dengan akun Google, lalu masukkan topik yang ingin kamu riset.
Keuntungan utama alat ini adalah data yang akurat langsung dari Google. Kekurangannya, beberapa data seperti angka volume sering ditampilkan dalam rentang (misalnya 1K–10K).
2. Google Suggest dan Related Search
Ketika kamu mengetik sesuatu di kolom pencarian Google, muncul saran otomatis di bawahnya—itulah Google Suggest. Saran tersebut menunjukkan apa yang sering dicari pengguna.
Selain itu, lihat bagian bawah hasil pencarian (“Pencarian terkait dengan…”). Di sana ada banyak ide keyword turunan yang bisa kamu jadikan topik artikel baru.
3. Ubersuggest
Ubersuggest buatan Neil Patel sangat cocok untuk pemula. Cukup masukkan kata kunci utama, dan alat ini akan menampilkan volume pencarian, tingkat kesulitan SEO, serta ide-ide turunan yang bisa dijadikan konten.
Versi gratisnya sudah cukup untuk membuat rencana konten 1 bulan ke depan. Kamu juga bisa mengekspor data keyword ke Excel untuk analisis lebih lanjut.
4. Answer The Public
Answer The Public membantu kamu menemukan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan pengguna di internet. Alat ini sangat bagus untuk ide artikel berbentuk “bagaimana cara”, “apa itu”, atau “mengapa”.
Misalnya kamu masukkan kata “blog”, maka alat ini akan memberikan pertanyaan seperti “bagaimana cara membuat blog gratis”, atau “blog apa yang paling menghasilkan uang”.
Cara Melakukan Riset Keyword Langkah demi Langkah
Berikut langkah sederhana untuk melakukan riset keyword meskipun kamu baru di dunia blogging:
Langkah 1: Tentukan Topik Utama
Pilih topik besar yang sesuai dengan niche blogmu. Misalnya kamu punya blog teknologi, maka topik utamanya bisa berupa “smartphone”, “AI”, atau “teknologi digital”.
Jika kamu belum menentukan niche blog, baca panduan 5 Kesalahan Umum Saat Memulai Blog Baru agar kamu tidak salah langkah sejak awal.
Langkah 2: Gunakan Tools Gratis
Masukkan topik utama ke alat seperti Google Keyword Planner atau Ubersuggest. Catat keyword dengan volume pencarian menengah (1.000–10.000) dan kompetisi rendah hingga sedang.
Hindari kata kunci dengan kompetisi tinggi jika kamu baru mulai, karena akan sulit bersaing dengan situs besar.
Langkah 3: Temukan Keyword Turunan
Gunakan saran dari Google Suggest dan “People Also Ask” untuk menemukan keyword turunan. Misalnya dari kata “cara membuat blog”, kamu bisa turunkan jadi “cara membuat blog gratis di Blogger” atau “cara membuat blog agar cepat diterima AdSense”.
Keyword turunan ini penting untuk memperluas jangkauan konten sekaligus membantu mesin pencari memahami konteks blogmu.
Langkah 4: Analisis Intent Pencarian
Tidak semua keyword cocok untuk semua jenis artikel. Pahami maksud di balik pencarian (search intent): apakah pengguna ingin belajar, membeli, atau mencari referensi?
Untuk blog pemula, fokuslah pada keyword dengan intent informasional seperti “cara”, “panduan”, atau “apa itu”. Jenis keyword ini lebih mudah untuk mendapatkan trafik organik.
Menggunakan Hasil Riset Keyword di Artikel
Setelah menemukan daftar keyword potensial, langkah berikutnya adalah menerapkannya secara alami di dalam artikel. Letakkan keyword utama di judul, paragraf pertama, dan minimal satu subheading.
Jangan lupa tambahkan variasi kata (LSI Keyword) agar konten terlihat alami di mata Google. Misalnya untuk keyword utama “riset keyword gratis”, tambahkan variasi seperti “cara mencari kata kunci”, “tool keyword research”, dan “panduan SEO pemula”.
Jika kamu ingin tahu bagaimana hasil riset keyword bisa dikembangkan menjadi ide konten menarik, baca juga 10 Ide Konten Blog Teknologi untuk Pemula agar kamu bisa segera mulai menulis dengan strategi yang tepat.
Kesimpulan: Riset Keyword Adalah Pondasi SEO
Riset keyword bukan sekadar mencari kata populer, tapi tentang memahami kebutuhan audiens dan menciptakan solusi melalui konten. Dengan alat gratis dan langkah sederhana, kamu sudah bisa mulai membangun blog yang SEO-friendly.
Konsistensi adalah kunci. Lakukan riset keyword setiap kali ingin menulis artikel baru. Dalam jangka panjang, strategi ini akan membantu blogmu tumbuh secara organik tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk iklan.

Posting Komentar